5 Bidadari
(ini aku mau nyumbang cerita, terserah mau dibaca apa engga, aku hanya kirim ini pada 6 bidadariku,-untuk keterangan siapa 6 bidadari itu, ada dalam cerita ini-, ya mungkin ceritanya bersambung..)
Aku mengerti perasaanmu, belum genap satu minggu, akupun merasa hal yang sama sepertimu, dan masih sangat paham rasanya, bahkan masih terselip di memori otakku, merasa kehilangan yang sebenarnya tak pernah kuharapkan. Ingin melupakan tapi semakin ingin, semakin aku ingat. Maafkan aku sayang, aku tidak bermaksud membuatmu kecewa. Kita sama-sama wanita. Dan sama-sama mempunyai hati, aku merasakan.
(buat 6 bidadariku, bacanya ngurut ya.. dari part 1 :) (kalo bersedia buat baca))
Tuhan, jika aku harus memilih orang yang aku sayang dan orang yang sayang aku, jujur.. aku ga bisa ! bolehkah aku membuat satu pilihan lagi, dimana aku bisa menyerah dan memintamu untuk melupakan semua ini..
“Apakah pernah-kamu yang aku sayang-berharap sesuatu tentangku?”
Sepertinya untuk mengingatku saja sudah menjadi hal terindah untukku, dan aku merasa ‘tidak’ untuk satu kemungkinan itu.
Meski aku selalu berpikir “Tapi aku salah, hari-hari berikutnya kau peduli.” (itu hanya khayalan, yang realisasinya, entahlah..)
(ini part 3nya, part terakhir di hari ini. Buat yang tentang 6 bidadarinya, aku kirim besok yaaa..sekarang udah malem.)
Dan kamu yang sayang aku.. ya .. “aku akui, kau terlalu pintar membuatku merasa kalah”.
Lambat laun aku merasa nyaman dengan caranya memanjakanku. Dia tidak hanya membuatku seperti perempuan.. Tetapi perempuan dengan mahkota.. Dia melayaniku seperti putri kerajaan.
Bahagia? Ya.. meskipun kemudian kutahu hidup tak selalu seperti yang diinginkan..
Bulan kedua belas kedekatanku dengannya, aku sedikit terlambat menangkap perubahan itu. Mungkin karena dia masih lelaki yang sama yang mengurus semuanya dengan sempurna. Yang memanjakanku semampunya. Tetapi ada sesuatu yang berbeda, tanpa bisa kujelaskan..
Belakangan aku tau..
“Lelakiku jatuh cinta”.
(Part 4. Kalo lagi pada males baca, boleh langsung delete, Cuma lagi gada kerjaan aja)
Berhari-hari aku mengutuk hal klise yang terjadi dalam hubungan itu sejak dulu, perselingkuhan..pengkhianatan.. Affair.. Apapun namanya, ternyata jauh lebih menyakitkan dari yang kukira. Untuk pertama kali aku tidak tau kepada siapa harus berbagi. Ayah ibukah? Tidak. Aku tidak ingin meresahkan hari tua mereka, biarlah orang tua menyibukan diri dengan ibadah tanpa perlu pusing dan bersedih memikirkan nasib anak perempuan mereka satu-satunya. Tapi akhirnya mereka menanyakan hal itu juga.. apa yang bisa kukatakan?
Aku hanya menangis dan bertanya apa yang harus kulakukan? ..
(part 5. Kalo dari part ini sampe part 10, aku harap kalian jangan langsung delete. Yaa, baca dikit mah ga ngabisin waktu sejam)
6 bidadari yang membuatku tegar. Bukan orang tuaku, bukan seseorang yang memiliki ikatan darah denganku.. tetapi mereka adalah malaikat bagiku, tak cukup hanya dengan kata bidadari..
Bidadari 1 :
Kita dekat memang cukup lama, meski secuil masalah kerap ada, tapi tidak pernah mengantarkan kita untuk tidak saling mengerti.. (aku berpikirnya seperti itu entahlah dia yang aku maksud berpikir seperti apa)
“jangan pernah memikirkan seseorang yang belum tentu mikirin kamu”
Kata itu seakan menjadi kobaran semangat yang kerap membuang tetesan air yang siap jatuh kapan saja. Betul, kata-kata itu membendungnya.. membuatku yakin, bahwa masih banyak yang harus aku pikirkan.
Terima kasih untuk hati malaikatnya,untuk waktu yang selalu ada, untuk senyuman menguatkan itu, untuk pegangan tangan yang membuatku merasa tenang.
(Part 6. Heeeeeeyyyy, angka disini bukan berarti susunan yaa. Aku pecinta otak kanan, jadi tidak menyukai susunan karena semuanya sama posisinya. Ya, bukan ranking parallel dari pa in in juga. Jadi jangan mikir yang aneh.)
Bidadari 2 :
Dia selalu diam, tak banyak kata yang kudapat darinya.. tapi aku sangat mengerti, dia peduli.. dan akupun mencoba mengerti sikapnya.. aku sayang kamu :*
(Part 7. Masih ingatkan kalian?? Nomor disini bukan susunan. Oke. Kalo ada yang mikir aneh, lebih baik pencet tombol back dan simpan hape anda. SEGERA !!!)
Bidadari 3 :
Ini dia yang paling aku suka. Sikapnya seperti yang tak pernah mau peduli, kadang cerianya yang tak tertahan, membuatku tak bisa menahan bendungan air yang menekan dari gejolak perutku (haha, apa cing?). kadang juga diamnya yang membuat kita selalu bertanya, “dia kenapa? Ahh, paling lagi BM” karena diamnya itu tidak wajar. Tapi banyak yang dia lakukan yang bisa membuatku lepas, membuatku lupa akan semua luka itu.. “gurandil dan cocochipmu ituuu” love you so much.
(Part 8. Nih buat kamu yang udah nurut sama perintah aku untuk ga mikir macem macem tentang urutan itu)
Bidadari 4 :
Entahlah, tapi aku merasa dia teman yang asik. Dia selalu membuatku yakin dan jika aku bercerita dengannya, serasa ada yang ngomporin.. hwaa.. banyak celetusannya yang bikin aku ngapung-kalian semua orang sunda kan? Pastilah pada ngerti ngapung- mungkin karena umur dan sikap kita yang sama, bahkan dengan sekelumit kisah cinta yang sama, haha. Yaa, aku menyayangimu. :*
“gapapa da aku ridho. Liat ayu seneng aja aku udah bahagia. Gapapa artis :)” haha tenang. Ga mungkin aku melewatkanmu.
(Part 9. Sudah ngantuk ya. Disimpan buat besok juga gak akan basi kok sms ini. Tenang aja.. kalo lagi belajar arab sama quran, ya lanjut aja. Anggap aja ini iklan :D)
Bidadari 5 :
Hmmm.. :)
Dia yang mempertemukan aku dengannya lagi. Dia yang membantuku mencari jawaban untuk semua kegalauanku. (halah galau. Ga musiiiim. Haha) dan kata yang paling aku ingat “cupcupcup, sini aku peluk.. udah jangan nangis lagi ya.. kamu pasti dapet yang lebih kok”
Terima kasih :) rabbit.. rabbit.. rabbit. :*
