(Drabble) You are mine
Entah darimana awalnya, aku berjalan bersisian dengan
kyuhyun. Dia mengenggam tanganku erat. Jalan yang kami lalui menurun, dan licin
oleh karena itu kami sangat berhati-hati melaluinya. Disisi kanan jalan yang dilalui ada sungai yang cukup besar. Ah sebenarnya bukan hanya ada kyuhyun dan
aku disini tapi ada juga eunhyuk oppa dan kekasihnya.
Kulihat mereka sangat mesra sekali. Euhyuk oppa selalu
memandang kekasih-nya, Lee jun Hee dengan tatapan terhangat miliknya. Aku
sangat iri. Namja yang kini disampingku tak pernah menatapku seperti itu. Sejak
satu setengah taun lalu dia adalah namja cinguku. Kami memang sangat jarang
sekali bertemu. Selain itu, dia juga jarang sekali menghubungiku. Aku hanya bisa mengetahui keadaannya dari televisi atau internet. Saat ini keraguan menghampiriku tiba tiba, aku ragu, apakah dia benar mencintaiku atau tidak. Perasaan itu semakin menjadi-jadi ketika dia dikabarkan dekat dengan seorang yeoja,yang aku tahu sebenarnya mereka bersahabat. Tapi.. tapi.. aah aku
ingin menangis sekarang, untuk apa dia tetap berada disisiku dengan hati yang
bukan milikku?
Aku berhenti berjalan. Sontak kyuhyunpun menghentikan
langkahnya lalu mengalihkan kepalanya dari jalan lurus di depan menuju mataku
yang kurasa sedikit sendu.
Dia mengernyitkan dahinya tanda penasaran. Tapi dia sama sekali tidak bersuara. Aku mendongak menatapnya.
Dengan suara yg lirih aku bertanya padanya.
“apa kau menyukaiku..oppa?”
Hal yang sangat jarang kulakukan adalah memanggilnya oppa.
Aku akan memanggil dia dengan sebutan oppa saat aku sedih, dan marah. Dan
sekarang entahlah. Aku bingung dengan perasaanku sendiri.
Tidak ada jawaban. Bungkamnya dia membuatku takut. Aku
melepaskan genggamanku lalu tanganku bergerak memeluk tubuhnya dari samping.
Aku benar-benar takut. Aku takut dia tak mencintaiku. Aku
mengeratkan pelukanku saat dia tak kunjung membalasnya. Beberapa saat kami
saling diam, aku masih memeluknya erat, menunggunya untuk membalas pelukanku.
Tak lama kemudian, kurasakan lengan kekarnya merangkul
pundakku erat. Aku mendongak menatapnya. Dia tersenyum lalu mencium ujung
pelipisku kilat, lalu pipiku dan terakhir keningku. Aku menutup mata merasakan
sentuhan bibirnya di keningku yang terasa lama dan lembut. Bisa kurasakan, dia
melakukan ini dengan tulus. Ini skinship pertama yang dia lakukan. Aku bahagia
pasti.
Tapi.. dia tidak menjawab pertanyaanku. Mungkin sentuhannya
ini adalah jawabannya, tapi jujur saja. Aku benar-benar tidak puas dengan
jawabannya.
Kami melanjutkan perjalanan namun dengan posisi yang
berbeda. Aku tetap merangkul pinggannya dan dia juga tetap merangkul pundakku. Aku berusaha menghilangkan rasa takut itu. Dia milikku. Dan aku takkan pernah melepaskannya.





