“Oh ya Hyuna-ya, lama tak jumpa”
Seorang pria berambut hitam dan memakai kaos yang senada
dengan rambutnya menyapa Hyuna yang baru saja melangkahkan kakinya melewati
pintu apartemen milik kakak-kakaknya itu. Gadis itu menghambur masuk ke dalam
ruangan dan langsung duduk di sofa yang masih tersisa tempat untuk satu orang. Sedangkan
pria tadi hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Hyuna. Selalu seperti itu.
“Hallo Oppadeul.” Gadis
itu melambaikan tangan kepada pria-pria yang berada di ruangan itu. Lee
Hyukjae-pria berambut hitam tadi, Lee Sungmin, Kim Heechul dan Kim Ryeowook.
“Kemana saja kau gadis manja. Tumben sekali mengunjungi
kami.” Heechul bertanya tanpa mengalihkan perhatiannya pada layar televisi yang
menampilkan drama favoritnya, Emergency
Couple.
Yang ditanya hanya nyengir kuda, tidak menjawab pertanyaan
Heechul. Dia sadar, dia belum pernah datang kemari lagi sejak insiden itu. Lee
Sungmin menatapnya dengan tatapan bertanya. Dia mengetahui perihal hubungan
gadis itu dengan seseorang yang ada di dorm ini. Jadi dia cukup penasaran
kenapa tiba-tiba Hyuna datang kemari. Apakah berniat untuk menyelesaikan
permasalahan yang menurutnya amat sangat kekanakan itu?
“YAK! Jawab pertanyaanku!” Heechul menjitak kepala Hyuna
yang hendak mengambil kentang goreng di meja. Gadis itu meringis dan mengusap
kepalanya, mengerucutkan bibir atas perlakuan yang diterimanya dari pria ‘evil’
ini.
“Aku disuruh Donghae Oppa
untuk main kesini. Dan mana orangnya. Aku sudah lama tak bertemu dengannya”
Semua orang mengangkat alis,
menyuarakan keheranannya di kepala masing-masing, menatap gadis itu. ‘apa
dia tak tahu, Donghae sedang pergi ke Mokpo untuk menjenguk ibunya?’
“Jangan bercanda. Donghae sedang tidak ada di Seoul.”
Sungmin berkata dengan mudahnya, membuat gadis yang duduk di
sampingnya membelalak kaget.
“Mwo? Tapi .. “
Belum sempat Hyuna menyelesaikan kalimatnya, kamar yang
berada di posisi berhadapan dengan sofa tersebut terbuka dan menampakkan sosok
yang diam diam gadis itu rindukan. Sosok itu berwujud seorang laki-laki
bertubuh tinggi , dengan rambut acak-acakan, kemeja putih yang pas melekat di
tubuhnya yang bidang, celana santai dan anduk di kepalanya.
Beberapa detik pria tersebut terlihat kaget, namun dapat
mengendalikan ekspresinya dengan baik. Menatap tajam Hyuna, kemudian melengos
masuk ke kamar di sebelahnya tanpa mau repot-repot menyapa Hyuna.
Suasana ruangan mendadak hening, tak ada satupun yang
berbicara. Mereka semua menatap Hyuna yang masih membeku di tempatnya. Tangan gadis
itu memainkan ujung kaos yang dipakainya, menunduk, menahan air yang siap
tumpah kapan saja. Seluruh perasaannya kacau, dia rindu pria itu, dia rindu berada
dalam pelukan hangatnya dan dia menyesal karena meninggalkannya beberapa bulan
terakhir.
Sadar akan situasi yang canggung itu, Lee Sungmin menyentuh
pundak Hyuna dan menyuruhnya masuk menyusul Cho Kyuhyun-mantan kekasih Hyuna.
Hyuna sempat ragu, namun dia tidak boleh menahan egonya
lagi. Dia datang kesini hanya untuk membicarakan masalah ini dengan Kyuhyun. Jadi
dia tak boleh pulang dengan tangan kosong.
--
Hyuna melangkah masuk dengan ragu ke dalam kamar Kyuhyun,
menemukan pria itu tengah duduk di sofa panjang yang terletang di sudut kamar,
dekat dengan jendela. Pria itu hanya mengangkat kepalanya sebentar lalu kembali
menekuni aktivitasnya bermain psp. Hyuna menghela nafas, dia tidak pernah
ditatap seperti itu oleh Kyuhyun. Sekilas dia melihat mata pria itu menahan
amarah, rindu dan benci menjadi satu kala melihatnya.
Lima menit berlalu, Hyuna masih tetap diam di samping tempat
tidur, tanpa sedikitpun bergerak untuk berusaha menyuarakan isi hatinya. Mendadak
dia kehilangan tenaga. Gadis itu hendak menyerah, membalikan badan ketika didengarnya
suara langkah kaki yang cepat dan tak lama kemudian sebuah tangan besar
menyentuh sisi lengannya lalu mendudukannya di kasur. Pria itu melipat
tangannya di dada, kemudian menatap tajam Hyuna. Gadis itu hanya menatap
Kyuhyun dengan sendu, merasa menyesal dan
di matanya ada kerinduan yang teramat dalam.
Kyuhyun mendengus menatap mata sendu itu, mengarahkan
matanya ke arah lain sebelum menatapnya lagi.
“Kau sudah disini. Jadi bicaralah. Kenapa kau datang lagi?”
Suara pria itu begitu dingin terdengar di telinga Hyuna,
gadis itu memejamkan mata sejenak. Meredakan gemuruh hatinya, kemudian dengan helaan
nafas panjang gadis itu mengulurkan tangan, seperti anak kecil yang sangat
ingin dipeluk. Mendongak menatap Kyuhyun untuk meminta berada dalam pelukannya.
Kyuhyun membelalakan matanya, tak percaya dengan tingkah gadis itu. Tanpa menunggu
lama, kyuhyun menarik gadis itu berdiri dan membenamkan tubuh mungil itu dalam
pelukannya.
“Bogoshipo.”
Suara hyuna teredam oleh dada Kyuhyun. Gadis itu menyuarakan
apa yang sejak tadi ingin dia katakan. Bahwa gadis itu sangat merindukan
Kyuhyun. Mereka berpisah dengan sangat kekanakan, hanya karena Hyuna yang mudah
sekali cemburu hingga membuat Kyuhyun lelah dan menerima begitu saja ketika
kata ‘putus’ keluar dari mulut Hyuna.
Dan sekarang diapun menerima begitu saja Hyuna kembali.
Kyuhyun terlalu mencintai gadis itu, insiden beberapa bulan lalu memang sudah
sepatutnya terjadi. Dia yang salah karena tidak memberitahu Hyuna terlebih
dahulu mengenai perannya dalam musikal yang membuat Hyuna marah besar.
Kyuhyun mengelus rambut Hyuna, masih tidak mau melepas
pelukan mereka. Kyuhyun mengecup sisi kepala gadis itu, bukan hanya Hyuna yang
merindukannya, tapi Kyuhyun juga sangat merindukan Hyuna. Meskipun mereka
jarang sekali bertemu, namun lewat message ataupun telepon, Hyuna selalu
memberinya dukungan.
Setelah beberapa menit dalam posisi tersebut, Kyuhyun
melepas pelukannya. Lalu membingkai wajah gadis itu. Wajah gadis yang
membuatnya kalang kabut akibat kecemburuan Hyuna yang sangat besar pada partner kerjanya. Jemari kyuhyun
mengusap air mata yang di pipi Hyuna. Pria itu mendekatkan wajahnya lalu
mencium kening Hyuna.
“Sekarang kau tau kan, aku akan selalu kembali padamu,
selama apapun aku pergi” Hyuna berkata dengan suara pelan.
“Dan sekarang kau tau kan, bahwa aku memang yang terbaik
untukmu. Jadi jangan pernah berpikir untuk mencari pria lain untuk
mendampingimu. Karena hanya aku yang bisa.”