Good Bye?
Kami sepasang sahabat yang dekat semenjak dia mulai
menyukai apa yang kusuka. Kami berbagi bahagia, cerita, sedih, pun galau. Aku baru
menyadari bahwa dia seorang wanita yang luar biasa baik. Dia bisa ‘mengontrol’
sifatku dengan kesabarannya. Dengan semua kata-kata bijaknya. Dia wanita yang
mempunyai kesabaran dan kegigihan yang luar biasa.
Cerita kita dimulai ketika suatu hari dia melihat atau lebih
tepatnya menonton sebuah konser boyband korea terkenal. Dia bercerita padaku
bahwa ternyata boyband korea itu bagus. Ada seseorang yang dia suka. Dan ternyata
orang itu adalah orang yang kusuka juga. maka sejak saat itu kami berbagi
cerita tentang boyband korea tersebut.
Waktu terus bergulir, semakin lama dia semakin menyuki grup
idola itu. bahkan dia ‘jatuh cinta’ pada-sebut saja- D. menurutku dia sungguh
mencintainya. Dulu dia berkata bahwa jika dia
mencintai satu barang atau seseorang, dia akan fokus pada barang atau orang itu. Tidak bisa
mencintai dua sekaligus.
Setiap saat aku merasa bahagia, ada teman untuk berbagi. Ada
teman untuk ‘menggila’ bersama. Kita memang aneh. Aneh sekali. Menjadi fangirl
kadang membuat gila.
Hingga suatu hari, D membuatnya kecewa. dia sedih. Aku jelas
bisa merasakannya. Aku mengira ini hanya sementara. Seperti dulu ketika dia
galau sebuah acara reality show yg D ikuti. Namun ternyata ini lebih dari
sementara, dia .. memutuskan untuk berhenti. Give up. Menyerah.
Tidak. Aku tidak menyalahkan siapapun. Jika memang ada yang
harus disalahkan adalah aku. Aku yang membawanya masuk kedalam lingkaran ini..
Tak apa. Dia ingin hidup normal. Dia ingin hidup tanpa
jeratan fangirl. Tak apa..
Semoga. Segera kau dapatkan Nicolas-mu.
Terima kasih untuk tawa yang selalu kau hadirkan di setiap
pertemuan kita.
Terima kasih untuk drama yang selalu kau kirim di sela-sela
penatku.
Terima kasih untuk suara emasmu yang akan selalu kukagumi.
Terima kasih bu dokter J



