Suatu Hari sebelum bulan Ramadhan
Salah satu sahabat baikku akan segera melepas masa lajangnya. Aku tentu senang. Dia adalah teman sepermainanku semenjak SD. Kami mempunyai hobi yang sama, grup band idola yang sama, pandangan yang sama. Dia menjadi tempatku berbagi cerita. Meskipun kami berpisah semenjak saya melanjutkan SMA di Tasikmalaya, tapi kami cukup bisa menjaga komunikasi. Hingga saat lulus SMA dia memutuskan untuk bekerja, tidak melanjutkan kuliahnya. Tidak masalah. dia sama sekali tidak berubah.
Setahun kemudian, akhirnya takdir membawaku ke Yogyakarta. Melanjutkan kuliah disana. Sedang sahabatku memutuskan untuk pindah tempat kerja. Lama waktu berjalan, dia menemukan seorang pria yang menyukainya. Pria yang -aku tahu dari ceritanya- mapan, tidak cukup tampan tapi baik hatinya. Dia menceritakan pasangannya itu dengan raut wajah gembira. Aku mengenal sahabatku sudah sejak lama. Dia adalah tipe gadis yang mudah sekali disukai pria. Pembawaannya yang ceria dan pengetahuannya yang luas menjadi modal utama baginya untuk menarik perhatian pria. Dan kalian tau, ternyata pilihannya jatuh pada pria yang selalu diceritakannya. Dia memutuskan untuk menikah.
Ketika pertama kali mendengar beritanya, saya cukup terkejut. Ingin sekali percaya, namun rupanya hati ini masih tetap mengingkari. Apakah benar sahabatku akan menikah sebentar lagi? Di usianya yang 20?
Well, saya bahagia tentu saja. Meskipun nanti akan ada yang berbeda. :"

